Bekerja Dengan Konsep Ihsan

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Al-Mulk:1-2)

Sesungguhnya hidup ini diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi ujian bagi kita manusia untuk mengetahui mana di antara kita yang melakukan amalan amalan yang terbaik  ahsanu amalan. Untuk menghasilkan amal atau kerja dengan kualitas yang terbaik tentunya kita perlu lebih dalam memahami konsep ihsan di dalam ajaran Islam.

Ihsan secara bahasa berarti sesuatu yang baik dan indah. Umar RA meriwayatkan suatu ketika jibril mendatangi nabi Muhammad SAW kemudian menanyakan arti ihsan. Kemudian nabi menjawab: “Hendaklah engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau.”
Makna diatas sesungguhnya mengajarkan kepada kita tentang konsep muqarabah yaitu pengawasan diri. Sudah menjadi hal yang alamiah ketika ketika melakukan kerja atau aktivitas dengan adanya pengawasan dari atas maka akan timbul tanggung jawab yang menjadikan kerja menjadi lebih produktif dan baik. Pengawasan yang dilakukan oleh manusia ataupun sistem yang diciptakan manusia akan mengandung ketidaksempurnaan yang menimbulkan peluang peluang untuk terjadinya penurunan kinerja.

Ketika kita bekerja tanpa adanya pengawasan dari atasan ataupun tolak ukur keberhasilan kerja maka motivasi kita bekerja akan cenderung turun. Akan tetapi pengawasan dari Allah begitu sempurna. Allah SWT melihat kita kapanpun dan dimanapun kita berada tanpa mengenal batas.  Seorang pegawai akan cenderung malas ketika atasannya tidak ada akan tetapi jika ia tahu bahwa ada Allah yang maha melihat segalanya maka tentunya si pegawai tersebut akan lebih terjaga motivasinya. Maka dari itu niat dan keikhlasan menjadi faktor penting di dalam kita melakukan kerja. Sudah menjadi tugas dari kita sebagai hamba Allah untuk menjadikan segala aktivitas hidup adalah ibadah “Sesungguhnya jin dan manusia diciptakan untuk menyembah kepadaKu (Adzariyat : 56). Jikalau kita menjadikan segala aktivitas atau kerja adalah ibadah maka kita akan melakukan yang terbaik ahsanu amalan agar kita dapat lulus dari ujian hidup ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s