Masa

http://www.freedigitalphotos.netMASA
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1.Demi masa
2.Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian
3.kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta’ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran

Sayid Qutub dalam tafsirnya mengatakan bahwa surat ini menggambarkan kehidupan manusia dari perspektif Islam. Surat ini merupakan bekal hidup yang amat penting dan harus bisa menjadi pedoman hidup bagi manusia jika ia ingin sukses dalam kehidupan dunia dan akhirat.

1. Demi masa

Dalam tafsir Al-Misbah dijelaskan bahwa “Ashr” secara etimologi berarti memeras. Jika kita memeras baju ketika kita mencuci pakaian kita bermaksud untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam baju tersebut. Ada sesuatu yang berkurang yaitu kadar air sebelum dan sesudah diperas. Karakteristik tersebut sama dengan masa atau waktu. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dipaparkan bahwa Allah SWT sudah menentukan ajal, rezeki, celaka seorang manusia. Hal ini berarti dengan bertambahnya umur manusia maka makin berkuranglah umur manusia dengan kata lain manusia makin dekat dengan kematian. Sungguh ironis berbagai budaya perayaan ulang tahun karena sesungguhnya dengan bertambahnya umur seseorang maka makin dekatlah ia dengan kematian. Tidak semestinya perayaan ulang tahun diadakan dengan berbagai macam gemerlap keduniawian karena hal tersebut hanya membawa manusia menuju kelalaian semata.

Mengapa Allah SWT bersumpah dengan waktu. Waktu adalah modal yang paling berharga bagi manusia. Katakanlah seseorang yang kehilangan uang karena dicuri. Uang yang dicuri tersebut mungkin tidak akan ditemukan kembali. Akan tetapi dia bisa berusaha dan bekerja lagi untuk mendapatkan sejumlah uang yang sama dengan uang yang sudah dicuri. Inti sarinya adalah dia mempunyai kesempatan lagi. Hal ini sangat kontradiktif dengan waktu. Jika kita kehilangan waktu maka kita tidak mempunyai kesempatan untuk mendapatkannya kembali. Bayangkan lah seseorang yang masa mudanya ketika ia masih sehat yang dilakukan hanyalah bermalas malasan. Ketika ia menjadi tua dan sudah sakit sakitan timbul kesadaran untuk memperbaiki diri tetapi tenaga sudah tidak ada karena masa muda tidak akan pernah kembali.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian

3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta’ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran

Pada ayat pertama Allah SWT bersumpah dengan waktu. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang hendak disampaikanNya pada ayat berikutnya ialah hal yang benar benar penting. Allah SWT mengingatkan bahwa manusia itu berada dalam keadaan kerugian. Kata “khusrin” menunjukkan kata jamak yang berarti bermacam macam kerugian. Dari sini kita bisa memahami bahwa totalitas hidup manusia adalah merugi.

Di ayat berikutnya Allah SWT menjelaskan kategori orang orang yang tidak merugi yaitu:

  • Orang yang beriman
  • Orang yang beramal soleh
  • Orang yang saling nasehat menasehati dalam kebenaran
  • Orang yang saling nasehat menasehati dalam kesabaran

» Iman

Kita bisa mengatakan bahwa orang yang beriman adalah orang yang beruntung hal ini sesuai dengan yang dipaparkan dalam surat Al-Mu’minuun ayat 1. Arti kata Iman itu sendiri berarti meyakini dan membenarkan dengan hati. Membenarkan dengan akal saja tidaklah cukup untuk menjadi orang yang beriman. Terkadang ada hal hal diluar jangkauan akal pikiran manusia yang harus kita yakini pula.

Apa saja yang harus kita yakini untuk termasuk dalam kategori orang beriman. Dalam hadis arbain yang pertama di riwayatkan oleh Ibnu Umar bahwa Jibril mendatangi Nabi Muhammad dan bertanya apakah iman itu. Nabi menjawab iman adalah:

  • Percaya kepada adanya Allah SWT
  • Percaya kepada Rasul
  • Percaya kepada malaikat
  • Percaya kepada kitab
  • Percaya kepada hari pembalasan
  • Percaya kepada Qadha dan Qadar

Keenamnya harus kita yakini dengan hati kita dengan mutlak. Beruntunglah kita sebagai manusia yang dilahirkan dengan iman

» Amal Soleh

Amal soleh adalah segala aktivitas yang berguna baik bagi diri kita maupun orang lain sesuai dengan tuntunan agama. Suatu aktivitas untuk menjadi amal soleh mensyaratkan bahwa si pelaku harus mempunyai iman. Suatu aktivitas kebaikan yang dilakukan seseorang yang tidak mempunyai iman betapa pun besarnya nya aktivitas tersebut tidak akan ada harganya dimata Allah SWT.

Beruntunglah kaum muslim bahwa segala aktivitas bisa bernilai ibadah di mata Allah SWT asalkan diniatkan karena Allah SWT dan sesuai dengan nilai agama. Niat yang benar menjadi faktor utama yang menjadikan segala amal soleh kita bernilai ibadah. Dalam hadits riwayat Bukhari-Muslim dijelaskan segala bentuk amalan diberi ganjaran sesuai dengan niatnya. Jika seorang pria menikahi wanita karena kecantikannya maka ganjarannya adalah kecantikan wanita tersebut. Akan tetapi jika diniatkan karena kecintaan pada Allah SWT maka pahala dan ridho Allah lah yang akan didapatkannya.

» Orang yang saling nasehat menasehati di dalam kebenaran dan kesabaran

Dua ayat terakhir menggunakan kata kerja “tawasho” yang berasal dari kata “wasiat” ulama tafsir menyamakan maknanya dengan nasehat. Kata tersebut juga mengandung makna keterlibatan lebih dari satu pihak. Tafsir Al-Misbah menafsirkan bahwa hal tersebut adalah kegiatan belajar dan mengajar dalam kebenaran atau “Al-Haq”. “Haq” adalah sesuatu yang kokoh yang mantap juga diartikan sebagai kebenaran yang hakiki. Hanya satu hal yang yang bisa memenuhi kriteria “Haq” yaitu Allah SWT. Hal ini diartikan bahwa kita dianjurkan untuk selalu belajar tentang ilmu Allah dan juga mengajarkannya atau menyampaikannya kepada orang lain.

Disamping menyampaikan tentang kebenaran kita juga diharuskan sabar dalam menjalani aktivitas tersebut. Sabar berasal dari kata “shobr” yang berarti menahan. Ulama mengartikannya dengan ketabahan untuk mencapai suatu tujuan yang lebih baik. Jika kalau kita menasehati seseorang tentang kebaikan tetapi orang tersebut belum bisa menerima maka kita dituntut untuk bersabar dan berusaha semaksimal mungkin. Kesabaran juga melahirkan ketenangan dalam menghadapi berbagai masalah dan kita tidak mudah frustasi.

Wallahualam bishowab semoga kita menjadi orang yang beruntung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s