jump to navigation

Membaca Qur’an dengan Tajwid June 25, 2008

Posted by Bagus Adiyanto in Artikel Lepas.
Tags: , , , , ,
trackback

Membaca Qur’an dengan tajwid hukumnya adalah wajib. Hal ini didasarkan pada 2 ayat qur’an yaitu ayat ke 32 surat Al-Furqon dan ayat ke 4 surat Al-Muzammil.

  • Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar). Al-Furqon : 7
  • Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan(tartil) . Al-Muzammil : 4

Makna kata tartil sendiri seperti diriwayatkan oleh Ali RA adalah membaca Qur’an dengan mentajwidkan dan mengetahui tempat tempat berhentinya.
Dengan dasar ini ulama berpendapat bahwa membaca Al-Qur’an dengan tajwid adalah fardhu ain hukumnya sedang mempelajar ilmu tajwid hukumnya adalah fardhu kifayah. Seseorang yang sudah mampu membaca qur’an dengan tajwid tapi ia tidak mengetahui kaidah kaidah ilmu tajwid secara rinci maka ia tidak perlu lagi mempelajari ilmu tajwid. Sebaliknya seseorang yang belum mampu mentajwidkan bacaan qur’annya maka ia perlu mempelajari ilmu tajwid agar ia mampu mentajwidkan bacaan qur’annya.

Membaca qur’an dengan tajwid juga menggambarkan kualitas iman seseorang. Seseorang dengan kualitas iman yang baik akan selalu berusaha melakukan amal amalan yang terbaik sesuai dengan petunjuk Allah SWT agar amalan tersebut diridhoi dan diberi ganjaran yang terbaik. Ia akan merasa tidak puas atau tidak sreg kalau amalan amalannya dilakukan dengan setengah setengah.

Membaca Qur’an dengan tajwid juga akan menambah keimanan seseorang. Manifestasi dari keimanan adalah kesungguhan dan kecintaan dalam melakukan ibadah ibadah kepada Allah SWT. Jika seseorang mampu membaca Qur’an dengan tajwid maka bacaan Qur’annya akan menjadi lebih baik dan indah. Hal tersebut akan meningkatkan kecintaannya kepada Qur’an. Ia akan merasa kehilangan dan sedih jika ada waktu waktu yang terbuang tanpa membaca Qur’an.

Comments»

No comments yet — be the first.